Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

MENANGGAPI CERPEN

Diposting oleh Unknown di 23.22 0 komentar
Cerpen merupakan ragam cerita rekaan terdiri atas kurang dari 10.000 kata, habisdi bacasekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Dalam cerpen muncul satu peristiwa dalam satu situasi dari satu atau sekelompok tokoh yang ditampilkan dalam cerita. Biasanya cerpen mengandung suatu amanat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya.
            Dalam cerpen, peristiwa yang dialami tokohnya selalu terjadi di suatu tempat, pada suatu waktu tertentu, dan dalam suasana / keadaan tertentu pula. Tempat, waktu dan suasana kejadian dalam cerpen disebut latar atau setting,
            Menanggapi bacaan cerpen yaitu memberikan usulan, komentar, pendapat, kritik atau penilaian terhadap unsur- unsur cerpen yang bisa ditanggapi meliputi alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, bahasa, tema dan amanat cerita.
            Dalam menanggapi unsur cerita pendek yang dibacakan, hendaknya kamu memperhatikan hal – hal berikut.
1.      Kelancaran
2.      Kewajaran
3.      Penggunaan  Bahasa
4.      Ketepatan

MENARASIKAN TEKS WAWANCARA

Diposting oleh Unknown di 23.14 0 komentar
Setelah menyalin hasil wawancara, kamu harus mengubah teks wawancara itu menjadi sebuah narasi atau tulisan yang baik. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat mengubah salinan hasil wawancara.
1)Ubahlah gaya dan ungkapan-ungkapan khas lisan menjadi gaya dan ungkapan khas tulisan.
2)Ubahlah pola kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
Pak Jakob : Wartawan itu selain mempunyai otak yang cerdas, juga mempunyai hati
yang peduli sama orang, cenderung membela orang yang susah dan
telantar, tidak enak dengan kekuasaan. Itu ciri khas wartawan.
Kalimat itu diubah menjadi Pak Jakob mengatakan bahwa ciri khas wartawan itu adalah mempunyai hati yang peduli pada orang lain, mempunyai otak yang cerdas, cenderung membela orang yang susah dan telantar, dan tidak enak dengan kekuasaan.
3)Ubahlah kata penunjuk waktu.
Contoh: Hari ini koran Kompas terbit secara khusus diubah menjadi Pak Jakob, kemarin siang mengatakan bahwa Koran Kompas terbit secara khusus.

Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini!
Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Matematika.”
Pelajar : “Terima kasih.”
Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya?
Pelajar : “Yah, kira-kira 1 tahun.”

Rabu, 30 April 2014

MENCERITAKAN TOKOH IDOLA

Diposting oleh Unknown di 18.07 0 komentar
Sebelum menceritakan tokoh idola sebaiknya harus memahami riwayat singkat tokoh beserta prestasi atu kelebihan ynag dimiliki sang tokoh. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu kenapa tokoh tersebut pantas di idolakan
1.      Kelengkapan isi sebuah cerita berkenan dengan tokoh
a.       Identitas tokoh
b.      Perjalanan hidup tokoh
c.       Peristiwa-peristiwa penting bagi tokoh
d.      Keunggulan atau kelebihan dan kekurangan tokoh
e.       Hal-hal yang patut di contoh dari tokoh
2.      Kejelasan penceritaan
a.       Variasi intonasi
b.      Kejelasan artikulasi
c.       Volume suara
3.      Hal-hal yang menarik untuk diceritakan
a.       Penyampaian cerita
b.      Pemilihan diksi
c.       Kelengkapan materi/isi

MEREFLEKSIKAN ISI PUISI

Diposting oleh Unknown di 18.03 0 komentar
DEFINISI 
 
       Merefleksi adalah mencerminkan kata atau ucapan seseorang. Merefleksi isi puisi ialah mencerminkan kata-kata yang terdapat dalam puisi. Dapat diartikan pula memahami makna puisi
 
      Merefleksikan puisi berarti mengungkapkan isi puisi kedalam bentuk prosa.
Makna atau isi puisi seringkali disampaikan secara tersirat dan bukan secara terang-terangan. Terkadang seorang penyair menggunakan kata-kata simbolik atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan isi atau pesan suatu puisi. Hal ini membuat puisi terkadang sulit untuk dipahami. 
      Akan tetapi, hal tersebut juga menjadikan puisi lebih indah. Bagi pecinta puisi, keindahan kata-kata dalam puisi dapat memunculkan perasaan atau emosi tertentu. Namun, puisi tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang berbelit-belit. 
 
     Dalam memahami makna puisi diperlukan kejelian dan kecermatan dalam membaca kata-kata dalam puisi. Bahasa yang digunakan seringkali berbeda dengan bahasa sehari-hari dengan pemilihan kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat. 
 
   A.      CITRAAN PUISI
 
Citraan adalah cara membentuk citra mental pribadi (penyair), atau gambaran sesuatu. Setiap gambaran itu disebut citra atau imaji.
Citraan itu bermacam-macam, dihasilkan oleh indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman. Dapat juga diciptakan oleh pemikiran dan gerakan.
Di bawah ini disertakan beberapa contoh citraan,
...............................................................
Angin berhembus bertahun-tahun
Daun berbisik rasa kesukaan
Bulan perlahan-lahan
Menuju maghrib peraduan
                      (Y.E.Tatengkeng)
Di dalam puisi di atas terdapat citra perasa terdapat pada larik pertama “berhembus”, pada larik kedua terdapat citra pendengaran “daun berbisik”, pada larik ketiga dan keempat terdapat citra penglihatan.

   B.      Membubuhkan tanda baca, kata, frasa, dan klausa di antara kata dengan kata, larik dengan larik, dan bait dengan bait.
   C.      Menentukan makna denotasi dan konotasi

Contoh merefleksi puisi yang dikutip dari Buku BSE:

Refleksi (Gambaran) Isi Puisi Melalui puisi "Kepada Koruptor", tersebut penyair ingin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang menderita akibatulah para koruptor yang memakan uang rakyat. Penderitaan tersebut dapat
dilihat dari air mata para bocah di lampu merah, jeritan kelaparan mereka, keinginan untuk melanjutkan sekolah, dan orang-orang miskin yang memenuhi negeri ini. Penyair juga memohon pada koruptor agar jangan memakan uang rakyat.


Penyair berdoa kepada Tuhannya.  Ya Tuhan, berilah
kiranya  semua yang terbaik bagiku. Berilah tanah yang
berlumpur dan kerbau pilihan serta biji padi yang manis. Ya Tuhan, berilah kiranya semua yang terbaik, air mengalir dan hujan menyerbu tanah air. Ya Tuhan, bila masanya nanti buahnya kupetik, ranumnya kupetik, rahmat-Mu segera kuraih.

MENULIS KREATIF PUISI BERDASARKAN PENGALAMAN

Diposting oleh Unknown di 18.00 0 komentar


Puisi merupakan salah satu ungkapan perasaann. Ungkapan perasaan bias melalui kebanggaan, kekaguman, kekecewaan, kekesalan, dan lain-lain. Unsure imajinasi akan dapat mewarnai bentuk puisi lebih indah. Sedangkan keindahan puisi itu sendiri terbangun dari diksi, nada irama, bahakan kinesiknya.
Menulis puisi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagaimana telah kamu ketahui, bahawa puisi dapat ditulis berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah dialami. Pengalaman yang menyedihkan, membahagiakan, mengecewakan, menyenangkan, dan sebagainya dapat kamu jadikan sebagai bahan inspirasi untuk menulis puisi. Dengan begitu dapat di simpulkan bahwa menulis puisi itu sangatlah mudah karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Meskipun tidak ada teori pencipta puisi, puisi memiliki perasaan yang bersifat umum, meliputi badan puisi, bahasa, bentuk ekspirasi puisi, dan pengembangan bahan. Ada sebelas unsure dalam penulisan puisi, yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi (meliputi rima, ritma, dan metrum), tipografi, sarana retorika, nilai rasa, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat.
Kemampuan menulis puisi sebenarnya termasuk jenis keterampilan. Seperti keterampilan lain, untuk mampu menulis puisi kita perlu berlatih. Berikut merupakan langkah awal dalam berlatih menulis puisi.
1.      Menentukan tema yang akan diangkat dalam puisimu.
2.      Sebelum memulai menulis, bebaskanlah hatimu dari segala macam rasa takut yang selama ini menghantui. Takut salah, takut tdak berbobot, takut dilecehkan, dan sebagainya.
3.      Tulislah semua kata-kata yang muncul di benakmu yang terkait dengan tema tersebut. Dalam tahap ini, kamu tidak perlu merisaukan penggunaan diksi.
4.   Setelah kamu rasa cukup atau selesai, mulailah kamu cermati: keindahan diksi, perimaan, urutan,  keserasian bait, dan unsur-unsur puisi lainnya (metafora, citraan, simbol, mitos, tema, dan amanat).

MEMBACA MEMINDAI TABEL/DIAGRAM

Diposting oleh Unknown di 17.55 0 komentar


Sebuah informasi dalam media cetak,tidak selalu berwujud bacaan saja. Kadang kala bacaan tersebut disertai dengan diagram atau table untuk memperjelas informasi. Jika kalian dapat ingin memahami informasi secara utuh, maka kalian harus dapat membaca table atau diagram tersebut dengan tepat.
Membaca memindai adalah kegiatan membaca untuk menemukan informasi dari bacaan secara cepat dan tepat. Tabel adalah daftar berisi sejumlah data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu. Sedangkan diagram merupakan sketsa untuk menunjukkan atau menerangkan sesuatu. Data disampaikan melalui gamabar, antara lain diagram gambar, diagram lingkaran, diagram garis, diagram batang, dan lain-lain.
1.       Cara membaca tabel
a.    Membaca judul tabel terlebih dahulu
b.   Membaca bagian-bagian dalam kolom tabel
c.    Membaca bagian-bagian dalam baris tabel
d.   Membuat kesimpulan berdasarkan isi tabel
2.      Cara membaca diagram
a.       Membaca judul diagram
b.      Membaca informasi/data dalam diagram
c.       Mengajukan pertanyaan tentang isi diagram
Membuat kesimpulan isi diagram berdasarkan jawaban pertanyaan tentang diagram

MENDENGARKAN PEMBACAAN PUISI DAN MENANGGAPINYA

Diposting oleh Unknown di 17.51 0 komentar


Puisi adalah salah satu hasil karya sastra yang masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang. Akan tetapi tidak semua orang dapat dengan mudah memahami apa isi yang terkandung dalam sebuah puisi. Karena puisi mengkomunikasikan hasil cipta sastra yang terkandung menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. Bahasa puisi tidaklah seperti bahasa sehari-hari. Memahami puisi dapat dilakukan diantaranya, melalui pemahaman dari cara pengungkapan isi berupa gambaran atau penginderaan. Sesuatu yang berhubungan dengan yang terungkap dalam puisi tersebut.
Hal-hal yang bisa kamu peroleh ketika mendengarkan pembacaan puisi, antara lain :
1.      Dapat mengembangkan dan mempertajam rasa keindahan dalam dirimu
2.      Dapat mengembangkan sikap berempati dan bersimpati terhadap orang lain
3.      Dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman
4.      Dapat merefleksi pembacaan puisi dalam berbagai bentuk
Setelah mendengarkan pembacaan puisi, dapat diberikan tanggapan. Menanggapi cara pembacaan puisi berarti memberikan komentar terhadap pembacaan puisi seseorang. Tanggapan atau komentar tersebut dapat berupa kritikan, masukan, penilaian, ataupun pujian. Sebelum memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi, alangkah baiknya kamu memahami aspek-aspek yang baik dalam pembacaan puisi. Sehingga dalam menanggapi kamu dapat memberikan penilaian mana hal yang sudah baik dan tepat serta mana hal yang masih kurang.
Hal yang dapat ditanggapi dalam pembacaan puisi meliputi hal berikut.
1.      Penerapan unsure irama adalah pembacaan sebuah puisi dapat diartikan sebagai pengolahan nada yang menyangkut tinggi rendah dan panjang pendeknya nada. Berkaitan dengan irama seorang pembaca puisi harus sadar akan kekuatan nafas dan jangkauan vocal yang dimiliki.
2.      Unsure mimik dan ekspresi dalam pembacaan puisi berkaitan dengan raut wajah dan gerak tubuh.
3.      Penerapan unsure kinesik (bisikan) dalam pembacaan puisi dapat diterapkan pada kata-kata yang bersifat tanya, keluhan, atau penekanan
4.      Volume suara dalam pembacaan dapat menjangkau sebuah pendengar, tidak terkesan dipaksakan, jelas, dan matap
5.      Penghayatan terhadap puisi dengan pemahaman tema atau puisi tersebut.
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

MENANGGAPI CERPEN

Cerpen merupakan ragam cerita rekaan terdiri atas kurang dari 10.000 kata, habisdi bacasekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Dalam cerpen muncul satu peristiwa dalam satu situasi dari satu atau sekelompok tokoh yang ditampilkan dalam cerita. Biasanya cerpen mengandung suatu amanat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya.
            Dalam cerpen, peristiwa yang dialami tokohnya selalu terjadi di suatu tempat, pada suatu waktu tertentu, dan dalam suasana / keadaan tertentu pula. Tempat, waktu dan suasana kejadian dalam cerpen disebut latar atau setting,
            Menanggapi bacaan cerpen yaitu memberikan usulan, komentar, pendapat, kritik atau penilaian terhadap unsur- unsur cerpen yang bisa ditanggapi meliputi alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, bahasa, tema dan amanat cerita.
            Dalam menanggapi unsur cerita pendek yang dibacakan, hendaknya kamu memperhatikan hal – hal berikut.
1.      Kelancaran
2.      Kewajaran
3.      Penggunaan  Bahasa
4.      Ketepatan

MENARASIKAN TEKS WAWANCARA

Setelah menyalin hasil wawancara, kamu harus mengubah teks wawancara itu menjadi sebuah narasi atau tulisan yang baik. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat mengubah salinan hasil wawancara.
1)Ubahlah gaya dan ungkapan-ungkapan khas lisan menjadi gaya dan ungkapan khas tulisan.
2)Ubahlah pola kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
Pak Jakob : Wartawan itu selain mempunyai otak yang cerdas, juga mempunyai hati
yang peduli sama orang, cenderung membela orang yang susah dan
telantar, tidak enak dengan kekuasaan. Itu ciri khas wartawan.
Kalimat itu diubah menjadi Pak Jakob mengatakan bahwa ciri khas wartawan itu adalah mempunyai hati yang peduli pada orang lain, mempunyai otak yang cerdas, cenderung membela orang yang susah dan telantar, dan tidak enak dengan kekuasaan.
3)Ubahlah kata penunjuk waktu.
Contoh: Hari ini koran Kompas terbit secara khusus diubah menjadi Pak Jakob, kemarin siang mengatakan bahwa Koran Kompas terbit secara khusus.

Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini!
Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Matematika.”
Pelajar : “Terima kasih.”
Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya?
Pelajar : “Yah, kira-kira 1 tahun.”

Rabu, 30 April 2014

MENCERITAKAN TOKOH IDOLA

Sebelum menceritakan tokoh idola sebaiknya harus memahami riwayat singkat tokoh beserta prestasi atu kelebihan ynag dimiliki sang tokoh. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu kenapa tokoh tersebut pantas di idolakan
1.      Kelengkapan isi sebuah cerita berkenan dengan tokoh
a.       Identitas tokoh
b.      Perjalanan hidup tokoh
c.       Peristiwa-peristiwa penting bagi tokoh
d.      Keunggulan atau kelebihan dan kekurangan tokoh
e.       Hal-hal yang patut di contoh dari tokoh
2.      Kejelasan penceritaan
a.       Variasi intonasi
b.      Kejelasan artikulasi
c.       Volume suara
3.      Hal-hal yang menarik untuk diceritakan
a.       Penyampaian cerita
b.      Pemilihan diksi
c.       Kelengkapan materi/isi

MEREFLEKSIKAN ISI PUISI

DEFINISI 
 
       Merefleksi adalah mencerminkan kata atau ucapan seseorang. Merefleksi isi puisi ialah mencerminkan kata-kata yang terdapat dalam puisi. Dapat diartikan pula memahami makna puisi
 
      Merefleksikan puisi berarti mengungkapkan isi puisi kedalam bentuk prosa.
Makna atau isi puisi seringkali disampaikan secara tersirat dan bukan secara terang-terangan. Terkadang seorang penyair menggunakan kata-kata simbolik atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan isi atau pesan suatu puisi. Hal ini membuat puisi terkadang sulit untuk dipahami. 
      Akan tetapi, hal tersebut juga menjadikan puisi lebih indah. Bagi pecinta puisi, keindahan kata-kata dalam puisi dapat memunculkan perasaan atau emosi tertentu. Namun, puisi tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang berbelit-belit. 
 
     Dalam memahami makna puisi diperlukan kejelian dan kecermatan dalam membaca kata-kata dalam puisi. Bahasa yang digunakan seringkali berbeda dengan bahasa sehari-hari dengan pemilihan kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat. 
 
   A.      CITRAAN PUISI
 
Citraan adalah cara membentuk citra mental pribadi (penyair), atau gambaran sesuatu. Setiap gambaran itu disebut citra atau imaji.
Citraan itu bermacam-macam, dihasilkan oleh indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman. Dapat juga diciptakan oleh pemikiran dan gerakan.
Di bawah ini disertakan beberapa contoh citraan,
...............................................................
Angin berhembus bertahun-tahun
Daun berbisik rasa kesukaan
Bulan perlahan-lahan
Menuju maghrib peraduan
                      (Y.E.Tatengkeng)
Di dalam puisi di atas terdapat citra perasa terdapat pada larik pertama “berhembus”, pada larik kedua terdapat citra pendengaran “daun berbisik”, pada larik ketiga dan keempat terdapat citra penglihatan.

   B.      Membubuhkan tanda baca, kata, frasa, dan klausa di antara kata dengan kata, larik dengan larik, dan bait dengan bait.
   C.      Menentukan makna denotasi dan konotasi

Contoh merefleksi puisi yang dikutip dari Buku BSE:

Refleksi (Gambaran) Isi Puisi Melalui puisi "Kepada Koruptor", tersebut penyair ingin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang menderita akibatulah para koruptor yang memakan uang rakyat. Penderitaan tersebut dapat
dilihat dari air mata para bocah di lampu merah, jeritan kelaparan mereka, keinginan untuk melanjutkan sekolah, dan orang-orang miskin yang memenuhi negeri ini. Penyair juga memohon pada koruptor agar jangan memakan uang rakyat.


Penyair berdoa kepada Tuhannya.  Ya Tuhan, berilah
kiranya  semua yang terbaik bagiku. Berilah tanah yang
berlumpur dan kerbau pilihan serta biji padi yang manis. Ya Tuhan, berilah kiranya semua yang terbaik, air mengalir dan hujan menyerbu tanah air. Ya Tuhan, bila masanya nanti buahnya kupetik, ranumnya kupetik, rahmat-Mu segera kuraih.

MENULIS KREATIF PUISI BERDASARKAN PENGALAMAN



Puisi merupakan salah satu ungkapan perasaann. Ungkapan perasaan bias melalui kebanggaan, kekaguman, kekecewaan, kekesalan, dan lain-lain. Unsure imajinasi akan dapat mewarnai bentuk puisi lebih indah. Sedangkan keindahan puisi itu sendiri terbangun dari diksi, nada irama, bahakan kinesiknya.
Menulis puisi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebagaimana telah kamu ketahui, bahawa puisi dapat ditulis berdasarkan pengalaman-pengalaman yang telah dialami. Pengalaman yang menyedihkan, membahagiakan, mengecewakan, menyenangkan, dan sebagainya dapat kamu jadikan sebagai bahan inspirasi untuk menulis puisi. Dengan begitu dapat di simpulkan bahwa menulis puisi itu sangatlah mudah karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Meskipun tidak ada teori pencipta puisi, puisi memiliki perasaan yang bersifat umum, meliputi badan puisi, bahasa, bentuk ekspirasi puisi, dan pengembangan bahan. Ada sebelas unsure dalam penulisan puisi, yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, versifikasi (meliputi rima, ritma, dan metrum), tipografi, sarana retorika, nilai rasa, nada atau sikap penyair terhadap pembaca, dan amanat.
Kemampuan menulis puisi sebenarnya termasuk jenis keterampilan. Seperti keterampilan lain, untuk mampu menulis puisi kita perlu berlatih. Berikut merupakan langkah awal dalam berlatih menulis puisi.
1.      Menentukan tema yang akan diangkat dalam puisimu.
2.      Sebelum memulai menulis, bebaskanlah hatimu dari segala macam rasa takut yang selama ini menghantui. Takut salah, takut tdak berbobot, takut dilecehkan, dan sebagainya.
3.      Tulislah semua kata-kata yang muncul di benakmu yang terkait dengan tema tersebut. Dalam tahap ini, kamu tidak perlu merisaukan penggunaan diksi.
4.   Setelah kamu rasa cukup atau selesai, mulailah kamu cermati: keindahan diksi, perimaan, urutan,  keserasian bait, dan unsur-unsur puisi lainnya (metafora, citraan, simbol, mitos, tema, dan amanat).

MEMBACA MEMINDAI TABEL/DIAGRAM



Sebuah informasi dalam media cetak,tidak selalu berwujud bacaan saja. Kadang kala bacaan tersebut disertai dengan diagram atau table untuk memperjelas informasi. Jika kalian dapat ingin memahami informasi secara utuh, maka kalian harus dapat membaca table atau diagram tersebut dengan tepat.
Membaca memindai adalah kegiatan membaca untuk menemukan informasi dari bacaan secara cepat dan tepat. Tabel adalah daftar berisi sejumlah data informasi yang biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu. Sedangkan diagram merupakan sketsa untuk menunjukkan atau menerangkan sesuatu. Data disampaikan melalui gamabar, antara lain diagram gambar, diagram lingkaran, diagram garis, diagram batang, dan lain-lain.
1.       Cara membaca tabel
a.    Membaca judul tabel terlebih dahulu
b.   Membaca bagian-bagian dalam kolom tabel
c.    Membaca bagian-bagian dalam baris tabel
d.   Membuat kesimpulan berdasarkan isi tabel
2.      Cara membaca diagram
a.       Membaca judul diagram
b.      Membaca informasi/data dalam diagram
c.       Mengajukan pertanyaan tentang isi diagram
Membuat kesimpulan isi diagram berdasarkan jawaban pertanyaan tentang diagram

MENDENGARKAN PEMBACAAN PUISI DAN MENANGGAPINYA



Puisi adalah salah satu hasil karya sastra yang masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang. Akan tetapi tidak semua orang dapat dengan mudah memahami apa isi yang terkandung dalam sebuah puisi. Karena puisi mengkomunikasikan hasil cipta sastra yang terkandung menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. Bahasa puisi tidaklah seperti bahasa sehari-hari. Memahami puisi dapat dilakukan diantaranya, melalui pemahaman dari cara pengungkapan isi berupa gambaran atau penginderaan. Sesuatu yang berhubungan dengan yang terungkap dalam puisi tersebut.
Hal-hal yang bisa kamu peroleh ketika mendengarkan pembacaan puisi, antara lain :
1.      Dapat mengembangkan dan mempertajam rasa keindahan dalam dirimu
2.      Dapat mengembangkan sikap berempati dan bersimpati terhadap orang lain
3.      Dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman
4.      Dapat merefleksi pembacaan puisi dalam berbagai bentuk
Setelah mendengarkan pembacaan puisi, dapat diberikan tanggapan. Menanggapi cara pembacaan puisi berarti memberikan komentar terhadap pembacaan puisi seseorang. Tanggapan atau komentar tersebut dapat berupa kritikan, masukan, penilaian, ataupun pujian. Sebelum memberikan tanggapan terhadap pembacaan puisi, alangkah baiknya kamu memahami aspek-aspek yang baik dalam pembacaan puisi. Sehingga dalam menanggapi kamu dapat memberikan penilaian mana hal yang sudah baik dan tepat serta mana hal yang masih kurang.
Hal yang dapat ditanggapi dalam pembacaan puisi meliputi hal berikut.
1.      Penerapan unsure irama adalah pembacaan sebuah puisi dapat diartikan sebagai pengolahan nada yang menyangkut tinggi rendah dan panjang pendeknya nada. Berkaitan dengan irama seorang pembaca puisi harus sadar akan kekuatan nafas dan jangkauan vocal yang dimiliki.
2.      Unsure mimik dan ekspresi dalam pembacaan puisi berkaitan dengan raut wajah dan gerak tubuh.
3.      Penerapan unsure kinesik (bisikan) dalam pembacaan puisi dapat diterapkan pada kata-kata yang bersifat tanya, keluhan, atau penekanan
4.      Volume suara dalam pembacaan dapat menjangkau sebuah pendengar, tidak terkesan dipaksakan, jelas, dan matap
5.      Penghayatan terhadap puisi dengan pemahaman tema atau puisi tersebut.

 

farida farkha Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal