Senin, 21 April 2014

CERPEN

Diposting oleh Unknown di 01.22 0 komentar


1.      Pengertian
Cerpen adalah cerita pendek, maksud pendek disini adalah panjang cerita itu kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman. Selain itu cerpen hanya memberikan kesan tunggal yang  dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dan satu situasi.
2.      Unsur-unsur cerpen
Seperti halnya novel, cerpen memiliki unsur pembentuk dan dalam karya itu sendiri (intrinsik) dan unsure dari luar karya itu sendiri (ekstrinsik). Nasib pelaku utama dalam cerpen tidak mengalami perubahan. Unsure intrinsik cerpen dan novel meliputi : tema, penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Unsur ekstrinsik cerpen dan novel meliputi kondisi sosial politik pengarang, agama/kepercayaan pengarang, kebiasaan dan gaya hidup pengarang, dan aliran seni pengarang. Dalam bab ini hanya dijelaskan unsure intrinsiknya.
a.       Tema
Tema adalah ide pokok cerita yang menjiwai seluruh isi cerita.
b.      Alur
Alur adalah jalannya cerita sejak awal sampai akhir. Alur dibedakan menjadi tiga macam:
1.      Alur maju
Adalah jalannya cerita yang terjadi sesuai urutan waktu kejadian atau sejak awal sampai akhir cerita.
2.      Alur mundur
Adalah jalannya cerita yang terjadi dari akhir cerita lalu ke awal cerita.
3.      Alur campuran
Adalah jalannya cerita yang terjadi secra tidak berurutan, bias dari awal dari akhir, atau dari bagian tengah cerita.
Rangkaian/tahapan peristiwa dalam cerpen dan novel adalah
1)      Tahap perkenalan (eksposisi)
2)      Tahap pemunculan konflik
3)      Tahap peningkatan konflik (komplikasi)
4)      Tahap puncak konflik (klimaks)
5)      Tahap peleraian, dan
6)      Tahap penyelesaian (resolusi)
c.       Penokohan
Penokohan adalah penempatan tokoh dan watak tokoh dalam sebuah cerita. Berdasarkan sifat tokoh, tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonist (tokoh yang mewakili ide pendengar/pembaca atau tokoh yang baik), tokoh antagonis (tokoh penentang protagonist atau tokoh jahat), dan tokoh tritagonis (tokoh penengah/netral).
Berdasarkan perannya dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh figuran (pelengkap saja).

d.      Latar
Latar ada tiga macam, yaitu tempat, waktu, dan suasanayang terjadi dalam cerita. Misalnya waktu malam hari, tempatnya didalam kamar, suasananya gembira dan sebagainya.
e.       Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah pilihan kata dan ungkapan yang digunakan pengarang dalam bercerita. Termasuk dalam gaya bahasa adalah majas.
f.       Sudut pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam cerita. Sudut pandang sama juga dengan kata ganti orang. Secara umum sudut pandang/kata ganti orang dibagi menjadi tiga, yaitu:
1)      Kata ganti orang pertama (orang yang berbicara)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata aku, saya, hamba, beta.
b)      Jamak : ditandai oleh kata kami, kita.
2)      Kata ganti orang kedua (orang yang dibicarakan)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata kamu, engkau, saudara, anda, bapak
b)      Jamak : ditandai oleh kata kalian
3)      Kata ganti orang ketiga (orang yang dibicarakan)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata ia, dia, beliau, Ahmad, Siti (nama orang)
b)      Jamak : ditandai oleh kata mereka
g.      Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita.

KEGIATAN POKOK EKONOMI (KONSUMSI, PRODUKSI, DAN DISTRIBUSI)

Diposting oleh Unknown di 01.17 0 komentar
A.  Kegiatan Konsumsi
1.   Pengertian dan tujuan kegiatan konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan manusia memakai,menggunakan, mengurangi, atau menghabiskan nilai gunasuatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Orang atau lembaga yang menggunakan barang atau jasa disebut konsumen.
Tujuan seseorang melakukan kegiatan konsumsi yaitu untuk memperoleh kepuasan dan tingkat kemakmuran yang setinggi-tingginya sesuai yang diingikan. Tujuan konsumsi dibedakan menjadi:
a.   Konsumsi produktif, yaitu konsumsi yang tujuannya untuk menghasilkan barang atau jasa lain.
b.   Konsumsi konsumtif/akhir, yaitu konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
2.   Skala prioritas kebutuhan
Kebutuhan manusia sangatlah banyak dan alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Oleh sebab itu kita harus selalu berhati-hati dalam bertindak dalam memenuhi kebutuhan kita. Agar kita dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan benar, maka kita dapat membuat skala prioritas kebutuhan. Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar yang memuat kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia sesuai dengan tingkat pemenuhannya. Yang perlu diperhatikan dalam membuat skala prioritas kebutuhan yaitu:
a.   Memprioritaskan kebutuhan primer dibandingkan dengan kebutuhan sekunder atau tersier.
b.   Disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan penghasilan.
c.   Harus menghindari pola hidup boros.
d.   Memperhatikan kualitas dan harga barang.
e.   Menghindari pembelian barang di luar kemampuan.
3.   Aspek positif dan negatif konsumtivisme
a.   Aspek positif perilaku konsumtif; Menambah lapangan kerja; Meningkatkan motivasi konsumen untuk menambah jumlah penghasilan; Menciptakan pasar bagi produsen; Memberikan kepuasan bagi konsumen; Memberikan keuntungan bagi produsen dan kegiatan ekonomi lain; Meningkatkan perputaran roda perekonomian.
b.   Aspek negatif perilaku konsumtif; Hidup boros dan dapat menimbulkan kecemburuan sosial; Mengurangi kesempatan menabung; Berperilaku konsumtif dan cenderung tidak memikirkan kebutuhan yang akan datang; Menimbulkan kesenjangan sosial; Menimbulkan inflasi.
4.   Faktor yang memengaruhi pola kegiatan konsumsi
Besar kecilnya tingkat konsumsi seseorang atau sebuah keluarga dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
a.   Faktor penghasilan; Tingkat penghasilan, merupakan faktor utama dalam memengaruhi tingkat konsumsi. Semakin besar penghasilan seseorang, kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan juga semakin besar. Sebaliknya semakin kecil penghasilan yang diperoleh, maka tingkat konsumsinya juga terbatas.
b.   Faktor selera; Setiap orang mempunyai selera yang berbeda, sehingga pola konsumsinya pun berbeda-beda sesuai dengan selera masing-masing. Semakin besar selera seseorang, maka tingkat konsumsi terhadap barang dan jasa juga besar.
c.   Faktor harga barang/jasa; Semakin harga barang dan jasa dapat terjangkau untuk dikonsumsi, maka pola konsumsi terhadap barang dan jasa juga besar.
d.   Faktor tingkat pendidikan; Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka kebutuhannya terhadap suatu produk seringkali akan berbeda.
e.   Faktorjumlah anggota keluarga; Suatu keluarga yang memiliki jumlah anggota yang besar, maka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan juga semakin besar.
f.    Faktor lingkungan; Lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Orang yang bertempat tinggal di kota tingkat konsumsinya lebih besar daripada orang yang tinggal di desa.
B.  Kegiatan Produksi
1.   Pengertian kegiatan produksi
Produksi adalah semua kegiatan yang menghasilkan ataumeningkatkan nilai guna suatu barang atau jasa untukmemenuhi kebutuhan manusia.Orang atau lembaga yang yang menghasilkan barang atau jasa disebut produsen
2.   Faktor produksi
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam usaha menghasilkan barang dan jasa dalam rangka menambah guna suatu barang dan jasa.Faktor produksi digolongkan menjadi dua, yaitu :
a.   Faktor produksi asli, meliputi:
1)   Faktor produksi alam
Faktor produksi alam adalah segala sumber yang telah disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha mencapai kemakmuran. Faktor produksi alam meliputi:
a)   Tanah; Sebagai tempat untuk berpijak, selain itu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, peternakan, perikanan, dan mendirikan bangunan.
b)   Air; Merupakan sumber penghidupan, selain itu untuk pengairan.
c)   Barang tambang; Merupakan sumber daya alam yang terdapat di bumi.
d)   Iklim; Pertanian dan perkebunan membutuhkan iklim yang sesuai dengan letak geografinya.
e)   Tenaga Alam; Tenaga alam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
2)   Faktor tenaga kerja
Kegiatan produksi sangat memerlukan tenaga kerja.Tenaga kerja yang dimaksud adalah tenaga kerja yang terampil dan cakap. Tenaga kerja dapat digolongkan menjadi:
a)   Tenaga kerja menurut sifatnya
►  Tenaga kerja rohani; Segala kegiatan pikiran yang memberikan sumbangan produktif pada produksi.
►  Tenaga kerja jasmani; Kegiatan jasmani yang memberikan sumbangan produktif pada produksi.
●    Tenaga kerja terdidik;Tenaga kerja yang memerlukan pendidikan terlebih dahulu agar memperoleh keahlian dalam bidangnya. Misalnya: guru, dosen, dan pengacara.
●    Tenaga kerja terlatih; Tenaga kerja yang memerlukan pelatihan terlebih dahulu agar memperoleh keterampilan. Contoh: sopir, penjahit, dan montir.
●    Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih; Tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau pelatihan terlebih dahulu. Tenaga kerja ini biasanya hanya mengandalkan kekuatan fisik.
b)   Tenaga kerja menurut kedudukannya; Meliputi tenaga kerja dengan usaha sendiri dan tenaga kerja yang bekerja pada orang lain.
c)   Tenaga kerja menurut hubungannya dengan proses produksi; Meliputi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
b.   Faktor produksi turunan, meliputi:
1)   Faktor modal
Faktor modal adalah alat-alat yang dapat digunakan untuk mempermudah atau mempercepat proses produksi berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Modal dibedakan berdasarkan:
a)   Modal menurut sumber modal terdiri modal sendiri dan modal pinjaman.
b)   Modal menurut sifatnya terdiri modal tetap dan modal lancar.
c)   Modal menurut fungsinya terdiri modal masyarakat dan modal perorangan.
d)   Modal menurut bentuknya terdiri modal tidak nyata (abstrak) dan modal nyata (konkret).
2)   Faktor produksi kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengatur faktor-faktor produksi seperti faktor alam, tenaga kerja, dan modal untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam hal ini pengusaha harus mempunyai kemampuan: menyusun perencanaan (planning),pengorganisasian (organizing), menggerakkan (actuating),pengendalian atau pengawasan (controlling).
3.   Bidang Produksi
a.   Produksi ekstraktif, yaitu kegiatan produksi dengan langsung mengeksploitasi/mengumpulkan kekayaan alam. Misal : pengumpul batu sungai, pengumpul kayu bakar.
b.   Produksi agraris, yaitu kegiatan produksi yang berhubungan dengan pengelolaan alam baik berupa pendayagunaan, pemeliharaan ataupun penambahan fungsi dan jenis (varietas baru) hasil alam tersebut. Misal : menyilangkan tanaman, budidaya lele.
c.   Produksi manufaktur, yaitu kegiatan dimana suatu barang diubah ke dalam bentuk lain atau menjadi barang baru, bahkan bisa jadi dengan kegunaan baru pula. Misal kayu menjadi meja, karet menjadi ban.
d.   Produksi jasa, yaitu kegiatan melayani atau memenuhi kebutuhan manusia dalam bidang jasa. Misal : usaha pariwisata, usaha hotel.
4.   Etika ekonomi dalam memanfaatkan faktor produksi
Etika ekonomi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber dayaekonomi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan kelestarianlingkungan. Cara pemanfaatan faktor produksi yang sesuai dengan etikaekonomi tersebut sebagai berikut: Tidak melakukan eksploitasi besar-besaran; Selalu menjaga kelestarian lingkungan; Memanfaatkan faktor produksi alternatif yang lain.
5.   Cara peningkatan mutu dan jumlah hasil produksi
Jumlah penduduk dan tingkat kemajuan kebudayaan manusia berakibat kebutuhan manusia akan barang semakin meningkat, sehingga barang-barang untuk menyediakan kebutuhan manusia perlu ditingkatkan. Sebab, pertumbuhan jumlah penduduk harus diimbangi dengan usaha penyediaan barang-barang keperluan hidup. Ada pun cara meningkatkan jumlah atau mutu produksi antara lain:
a.   Intensifikasi, yaitu usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi yang sudah ada tanpa menambah jumlah faktor produksi. Misalnya: petani yang ingin menambah hasil panennya dengan melakukan pengolahan tanah yang benar, menggunakan bibit tanaman yang unggul.
b.   Ekstensifikasi, yaitu usaha meningkatkan jumlah atau mutu produksi dengan cara menambah atau memperbanyak jumlah faktor produksi. Misalnya: memperluas pabrik, menambah tenaga kerja, dan membeli mesin-mesin canggih.
c.   Diversifikasi, yaitu peningkatan jumlah atau mutu produksi dengan cara menganekaragamkan jenis produksi untuk meningkatkan hasil produksi. Misalnya:petani yang menanam padi dengan diselingi tanaman palawija dan dalam lahan yang sama tersebut juga memelihara ikan.
C.  Kegiatan Distribusi
1.   Pengertian kegiatan distribusi
Barang yang dihasilkan atau diproduksi tidak berguna bila barang tersebut tidak dapat dinikmati oleh konsumen oleh sebab itu diperlukan adanya distribusi. Distribusi adalah kegiatan menyampaikan atau menyalurkan hasil produksi berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
2.   Tujuan kegiatan distribusi
a.   Menyalurkan barang dari produsen kapada konsumen.
b.   Agar hasil produksi lebih berguna bagi masyarakat.
c.   Kebutuhan masyarakat akan barang/jasa terpenuhi.
d.   Agar kontinuitas produksi terjamin.
3.   Sistem distribusi
a.   Distribusi langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasa yang dilakukan secara langsung tanpa perantara dari produsen ke konsumen. Misalnya: penjual bakmi keliling, penjual sate yang menjajakan dagangannya langsung ke konsumen.
b.   Distribusi semi langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasayang dilakukan oleh produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang masih bagian dari produsen atau melalui toko milik produsen sendiri. Misalnya: pabrik sepatu Nira menjual hasil produknya melalui toko sepatu Nira.
c.   Distribusi tidak langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen melalui perantara seperti agen, grosir, pedagang kecil. Misalnya: pabrik minyak pelumas motor yang menjual product melalui bengkel-bengkel motor.
4.   Lembaga distribusi
Lembaga distribusi adalah orang atau perusahaan yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Lembaga distribusi dibedakan menjadi:
a.   Pedagang, yaitu orang atau badan yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya kepada konsumen. Pedagang terdiri dari:
1)   Pedagang besar (grosir), yaitu pedagang yang membeli dan menjual barang-barang dalam jumlah besar yang kemudian menjualnya kembali kepada pedagang kecil atau pengecer.
2)   Pedagang kecil (retailer), yaitu pedagang yang membeli barang dari grosir yang kemudian menjual barang dalam jumlah kecil dan langsung kepada konsumen.
b.   Agen, yaitu lembaga atau seseorang yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan barang ataupun merupakan wakil dari produsen yang bertanggung jawab atas penjualan hasil produksinya. Hasil yang diperoleh agen atas penjualan barang milik produsen disebut komisi.
c.   Makelar, yaitu perantara dalam perdagangan yang membeli dan menjual barang bukan atas namanya sendiri, tetapi atas nama orang atau lembaga yang menyuruhnya. Makelar bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yangdilakukannya.Hasil yang diperoleh atas kegiatannyadisebut provisi atau kurtase.
d.   Komisioner, yaitu perantara dalam perdagangan yang mengatasnamakan dirinya sendiri walau barang tersebut milik orang lain. Komisioner bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yang dilakukannya. Hasil yang diperoleh atas kegiatannya disebut komisi.
e.   Importir, yaitu orang atau badan usaha yang membeli dan mendatangkan barang dari luar negeri dengan tujuan untuk dijual kembali di pasar dalam negeri.
f.    Eksportir, yaitu orang atau badan usaha yang mengirim barang ke luar negeri.
5.   Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa
Etikaekonomi dalam distribusi barang dan jasa adalah tindakanberusaha memperoleh keuntungan yang wajar tanpa merugikan pihak lain (konsumen, produsen, dan distributor). Etika dalam distribusi diantaranya pemerataan dan keadilan.

POLA KEGIATAN EKONOMI PENDUDUK

Diposting oleh Unknown di 01.11 0 komentar
1.      Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat Tradisional (Pedesaan)
Di daerah pedesaan, pengunaan lahan yang dominan adalah pertanian, sedangkan diperkotaan pengunaan lahan yang dominan adalah non pertanian seperti pemukiman, industri, pertokoan dll. Struktur ruang dipedesaan dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang yang berfungsi sosial dan ruang yang berfungsi ekonomi. Ruang yang berfungsi sosial berada pada wilayah pemukiman. Ruang yang berfungsi ekonomi berada pada wilayah pertanian.
   2.      Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat Perkotaan
Hal yang menonjol pada pola kehidupan masyarakat perkotaan adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mewarnai pola kegiatan ekonomi masyarakat. Ketergantungan masyarakat perkotaan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak berupa munculnya aneka ragam industri barang dan jasa yang berkembang pesat di kota.
Aneka ragam kegiatan industri dapat diklasifikasikan berdasarkan : bahan mentah, bahan dasar, hasil produksi, dan jumlah pekerja.
a.      Kegiatan industri berdasarkan bahan mentahnya :
1)      Industri agraris adalah industri yang mengandalkan bahan mentah dari hasil pertanian.
2)      Industri non agraris adalah industri yang mengandalkan bahan mentah dari hasil pertambangan atau dari bahan kimia lainnya.
b.      Kegiatan industri  berdasarkan bahan dasarnya :
1)      Industri dasar merupakan industri yang menghasilkan bahan dasar bagi perusahaan atau pabrik lainnya.
2)      Industri konveksi merupakan industri yang membuat pakaian jadi.
3)      Industri perakitan merupakan industri yang bergerak di bidang kegiatan perakitan berbagai komponen untuk dijadikan barang jadi.
c.       Kegiatan industri berdasarkan hasil produksinya :
1)      Industri berat adalah industri yang menghasilkan mesin – mesin, alat produksi, bahan baku, dan bahan penolong.
2)      Industri ringan  industri yang menghasilkan barang – barang jadi.
3)      Industri campuran adalah industri yang memproduksi lebih dari satu barang.
d.      Kegiatan industri berdasarkan jumlah pekerjanya :
1)      Industri rumah tangga adalah industri yang memiliki karyawan antara  1 – 4 orang.
2)      Industri kecil adalah industri yang mempekerjakan karyawan antara     5 – 19 orang
3)      Industri sedang adalah industri yang mempekerjakan karyawan antara 20 – 99 orang
4)      Industri besar industri yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang
   3.      Faktor yang Membedakan Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat mencakup :
1)      Tingkat pendidikan / keterampilan yang dikuasai
2)      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
3)      Pola pikir / pandangan masyarakat
4)      Terbukanya peluang / kesempatan untuk pengembangan diri
   4.      Faktor yang mempengaruhi pola pemukiman penduduk
a.      Kondisi bentuk muka bumi ( datar, bergelombang, atau pegunungan)
b.      Kesuburan tanah
c.       Ketersediaan dan kualitas air
d.      Kemudahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup
e.      Ketersediaan tumbuhan tertentu
f.        Ketersediaan bahan – bahan tambang
   5.      Macam – macam pola pemukiman penduduk
Perumahan adalah sekelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana & prasarana lingkungan.
Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik dalam lingkup ruang pemukiman maupun perkantoran yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan peri penghidupan.
1.      Pola pemukiman memanjang
Pola pemukiman memanjang adalah pemukiman penduduk yang berupa deretan rumah memanjang, umumnya mengikuti keadaan alam atau lingkungan fisik disekitarnya.
2.      Pola pemukiman terpusat
Pola pemukiman terpusat umumnya terjadi pada penduduk yang seketurunan, atau senasib karena bencana alam.
3.      Pola pemukiman linear
Pola pemukiman linear pada awalnya berasal dari pola pemukiman sejajar jalan raya kemudian berkembang secara alamiah atau tanpa perencanaan sebelumnya.
4.      Pola pemukiman mengelilingi fasilitas
Pola pemukiman mengelilingi fasilitas adalah pola pemukiman yang terbentuk karena adanya fasilitas kehidupan yang menyebabkan berkembangnya perumahan, seperti sumber air, danau, waduk, pasar, pertokoan, sekolah, kampus, gedung olahraga, gedung pemerintahan, dan fasilitas kehidupan lainnya.

A.     Bentuk Muka Bumi dan Penggunaan Lahan
   1.      Penggunaan Lahan untuk Pertanian
a.         Pertanian Sederhana
Pertanian sederhana yang sering disebut Pertanian primitif adalah pertanian yang dilakukan dengan menggunakan peralatan sedrhana, sperti parang, sabit, cangkul dan sejenisnya. Pertanian sederhana ini ada yang dilaksanakan secara berpindah – pindah dan ada yang secara menetap.
1)      Pertanian sederhana berpindah – pindah adalah pertanian yang dilakukan dengan cara membuka hutan milik desa dengan menebang pohon – pohon kemudian membakarnya. Pertanian berpindah – pindah seperti ini sering disebut Perladangan liar.
2)      Pertanian sedrhana menetap adalah pertanian yang dilakukan pada satu tempat atau lokasi yang sama (tetap).
b.      Pertanian Maju
Pertanian maju adalah pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik. Peralatan dan cara yang lebih baik dikenal dengan Panca usaha tani, yaitu sistem pengairan yang baik, pemilihan benih, penggunaan pupuk, pengolahan tanah, dan pemberantasan hama. Pertanian maju dapt dilakukan pada tanah yang belum dialiri air secara baik atau tanah tadah hujan, dan tanah yang sudah dialiri air dengan teratur atau pertanian dengan irigasi.
1)      Pertanian tadah hujan atau yang sering disebut Pertanian lahan kering adalah pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan, baik ditadah langsung atau dialiri air hasil air hujan. Pertanian tadah hujan misalnya tegalan dan kebun. Tegalan adalah satu cara bercocok tanam ditanah kering dengan mengharapkan air hujan. Kebun adalah salah satu cara bercocok tanam yang dilakukan disekitar tempat tinggal penduduk atau penggarap. Holtikultura adalah salah satu usaha pertanian dilahan kering untuk menanam tanaman yang dibutuhkan sehari – hari misalnya sayuran, buah – buahan dan tanaman obat lainnya.
2)      Pertanian dengan irigasi atau pertanian lahan basah adalah pertanian yang menggunakan air secara terus – menerus sesuai dengan kebutuhan.
   2.      Bentuk Muka Bumi
a.      Masyarakat yang tinggal di dataran rendah
Masyarakat yang tinggal didataran rendah, banyak memanfaatkan lahan untuk :
1)      Bercocok tanam dalam bentuk persawahan maupun perladangan
2)      Beternak, dengan memanfaatkan padang rumput yang banyak terdapat dilembah sungai maupun dipadang sabana.
3)      Perikanan darat dengan mengusahakan tambak, kolam, maupun daerah bendungan.
4)      Perkebunan
5)      Kawasan industri dan perdagangan
b.      Masyarakat yang tinggal didataran tinggi
Kawasan dataran tinggi yang memiliki ciri khas tanah yang miring dengan banyak daerah yang terjal mengakibatkan pola kegiatan ekonomi penduduk terbatas pada usaha di bidang perkebunan, pertambangan, peternakan, dan pariwisata. Daerah yang berbukit – bukit menyebabkan jalur transportasi yang cukup sulit dijangkau sehingga berdampak pada terhambatnya arus komunikasi. Kondisi demikian menyebabkan pola kegiatan ekonomi penduduk perkembangannya tidak sepesat di daerah dataran rendah.
   3.      Bentuk Penggunaan Lahan di Pedesaan & Perkotaan
a.      Bentuk penggunaan lahan di pedesaan
Ciri – ciri pedesaan :
1)      Lahan yang luas memberikan kesan berpenduduk jarang.
2)      Pola kegiatan ekonomi penduduk cenderung bergantung pada alam dan bersifat agraris.
3)      Hubungan sosial antar penduduk berlangsung akrab diwarnai semangat kegotongroyongan.
4)      Pola pandangan hidup penduduknya bersifat tradisional yang ditandai dengan masih terikat dengan tradisi budaya warisan leluhur.
5)      Terbatasnya sarana prasarana kehidupan masyarakat yang cenderung masih tradisional.
b.      Bentuk penggunaan lahan di perkotaan
Ciri – ciri perkotaan :
1)      Jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas lahan sehingga kepadatan penduduknya tinggi.
2)      Lingkungan banyak didirikan bangunan – bangunan yang rapat sehingga nyaris tidak ada lahan kosong.
3)      Pola pandangan masyarakatnya modern dan cenderung individualitis sehingga hubungan sosial antarpenduduk kurang akrab.
4)      Pola kegiatan ekonomi penduduk cenderung di sektor non agraris, terutama industri dan perdagangan.
5)      Sarana prasarana yang modern terutama mudahnya transportasi dan komunikasi

Senin, 21 April 2014

CERPEN



1.      Pengertian
Cerpen adalah cerita pendek, maksud pendek disini adalah panjang cerita itu kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman. Selain itu cerpen hanya memberikan kesan tunggal yang  dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dan satu situasi.
2.      Unsur-unsur cerpen
Seperti halnya novel, cerpen memiliki unsur pembentuk dan dalam karya itu sendiri (intrinsik) dan unsure dari luar karya itu sendiri (ekstrinsik). Nasib pelaku utama dalam cerpen tidak mengalami perubahan. Unsure intrinsik cerpen dan novel meliputi : tema, penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Unsur ekstrinsik cerpen dan novel meliputi kondisi sosial politik pengarang, agama/kepercayaan pengarang, kebiasaan dan gaya hidup pengarang, dan aliran seni pengarang. Dalam bab ini hanya dijelaskan unsure intrinsiknya.
a.       Tema
Tema adalah ide pokok cerita yang menjiwai seluruh isi cerita.
b.      Alur
Alur adalah jalannya cerita sejak awal sampai akhir. Alur dibedakan menjadi tiga macam:
1.      Alur maju
Adalah jalannya cerita yang terjadi sesuai urutan waktu kejadian atau sejak awal sampai akhir cerita.
2.      Alur mundur
Adalah jalannya cerita yang terjadi dari akhir cerita lalu ke awal cerita.
3.      Alur campuran
Adalah jalannya cerita yang terjadi secra tidak berurutan, bias dari awal dari akhir, atau dari bagian tengah cerita.
Rangkaian/tahapan peristiwa dalam cerpen dan novel adalah
1)      Tahap perkenalan (eksposisi)
2)      Tahap pemunculan konflik
3)      Tahap peningkatan konflik (komplikasi)
4)      Tahap puncak konflik (klimaks)
5)      Tahap peleraian, dan
6)      Tahap penyelesaian (resolusi)
c.       Penokohan
Penokohan adalah penempatan tokoh dan watak tokoh dalam sebuah cerita. Berdasarkan sifat tokoh, tokoh dibedakan menjadi tokoh protagonist (tokoh yang mewakili ide pendengar/pembaca atau tokoh yang baik), tokoh antagonis (tokoh penentang protagonist atau tokoh jahat), dan tokoh tritagonis (tokoh penengah/netral).
Berdasarkan perannya dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi tokoh utama, tokoh pembantu, dan tokoh figuran (pelengkap saja).

d.      Latar
Latar ada tiga macam, yaitu tempat, waktu, dan suasanayang terjadi dalam cerita. Misalnya waktu malam hari, tempatnya didalam kamar, suasananya gembira dan sebagainya.
e.       Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah pilihan kata dan ungkapan yang digunakan pengarang dalam bercerita. Termasuk dalam gaya bahasa adalah majas.
f.       Sudut pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam cerita. Sudut pandang sama juga dengan kata ganti orang. Secara umum sudut pandang/kata ganti orang dibagi menjadi tiga, yaitu:
1)      Kata ganti orang pertama (orang yang berbicara)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata aku, saya, hamba, beta.
b)      Jamak : ditandai oleh kata kami, kita.
2)      Kata ganti orang kedua (orang yang dibicarakan)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata kamu, engkau, saudara, anda, bapak
b)      Jamak : ditandai oleh kata kalian
3)      Kata ganti orang ketiga (orang yang dibicarakan)
a)      Tunggal : ditandai oleh kata ia, dia, beliau, Ahmad, Siti (nama orang)
b)      Jamak : ditandai oleh kata mereka
g.      Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam cerita.

KEGIATAN POKOK EKONOMI (KONSUMSI, PRODUKSI, DAN DISTRIBUSI)

A.  Kegiatan Konsumsi
1.   Pengertian dan tujuan kegiatan konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan manusia memakai,menggunakan, mengurangi, atau menghabiskan nilai gunasuatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Orang atau lembaga yang menggunakan barang atau jasa disebut konsumen.
Tujuan seseorang melakukan kegiatan konsumsi yaitu untuk memperoleh kepuasan dan tingkat kemakmuran yang setinggi-tingginya sesuai yang diingikan. Tujuan konsumsi dibedakan menjadi:
a.   Konsumsi produktif, yaitu konsumsi yang tujuannya untuk menghasilkan barang atau jasa lain.
b.   Konsumsi konsumtif/akhir, yaitu konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
2.   Skala prioritas kebutuhan
Kebutuhan manusia sangatlah banyak dan alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Oleh sebab itu kita harus selalu berhati-hati dalam bertindak dalam memenuhi kebutuhan kita. Agar kita dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan benar, maka kita dapat membuat skala prioritas kebutuhan. Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar yang memuat kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia sesuai dengan tingkat pemenuhannya. Yang perlu diperhatikan dalam membuat skala prioritas kebutuhan yaitu:
a.   Memprioritaskan kebutuhan primer dibandingkan dengan kebutuhan sekunder atau tersier.
b.   Disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan penghasilan.
c.   Harus menghindari pola hidup boros.
d.   Memperhatikan kualitas dan harga barang.
e.   Menghindari pembelian barang di luar kemampuan.
3.   Aspek positif dan negatif konsumtivisme
a.   Aspek positif perilaku konsumtif; Menambah lapangan kerja; Meningkatkan motivasi konsumen untuk menambah jumlah penghasilan; Menciptakan pasar bagi produsen; Memberikan kepuasan bagi konsumen; Memberikan keuntungan bagi produsen dan kegiatan ekonomi lain; Meningkatkan perputaran roda perekonomian.
b.   Aspek negatif perilaku konsumtif; Hidup boros dan dapat menimbulkan kecemburuan sosial; Mengurangi kesempatan menabung; Berperilaku konsumtif dan cenderung tidak memikirkan kebutuhan yang akan datang; Menimbulkan kesenjangan sosial; Menimbulkan inflasi.
4.   Faktor yang memengaruhi pola kegiatan konsumsi
Besar kecilnya tingkat konsumsi seseorang atau sebuah keluarga dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
a.   Faktor penghasilan; Tingkat penghasilan, merupakan faktor utama dalam memengaruhi tingkat konsumsi. Semakin besar penghasilan seseorang, kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan juga semakin besar. Sebaliknya semakin kecil penghasilan yang diperoleh, maka tingkat konsumsinya juga terbatas.
b.   Faktor selera; Setiap orang mempunyai selera yang berbeda, sehingga pola konsumsinya pun berbeda-beda sesuai dengan selera masing-masing. Semakin besar selera seseorang, maka tingkat konsumsi terhadap barang dan jasa juga besar.
c.   Faktor harga barang/jasa; Semakin harga barang dan jasa dapat terjangkau untuk dikonsumsi, maka pola konsumsi terhadap barang dan jasa juga besar.
d.   Faktor tingkat pendidikan; Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka kebutuhannya terhadap suatu produk seringkali akan berbeda.
e.   Faktorjumlah anggota keluarga; Suatu keluarga yang memiliki jumlah anggota yang besar, maka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan juga semakin besar.
f.    Faktor lingkungan; Lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Orang yang bertempat tinggal di kota tingkat konsumsinya lebih besar daripada orang yang tinggal di desa.
B.  Kegiatan Produksi
1.   Pengertian kegiatan produksi
Produksi adalah semua kegiatan yang menghasilkan ataumeningkatkan nilai guna suatu barang atau jasa untukmemenuhi kebutuhan manusia.Orang atau lembaga yang yang menghasilkan barang atau jasa disebut produsen
2.   Faktor produksi
Faktor produksi adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam usaha menghasilkan barang dan jasa dalam rangka menambah guna suatu barang dan jasa.Faktor produksi digolongkan menjadi dua, yaitu :
a.   Faktor produksi asli, meliputi:
1)   Faktor produksi alam
Faktor produksi alam adalah segala sumber yang telah disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usaha mencapai kemakmuran. Faktor produksi alam meliputi:
a)   Tanah; Sebagai tempat untuk berpijak, selain itu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, peternakan, perikanan, dan mendirikan bangunan.
b)   Air; Merupakan sumber penghidupan, selain itu untuk pengairan.
c)   Barang tambang; Merupakan sumber daya alam yang terdapat di bumi.
d)   Iklim; Pertanian dan perkebunan membutuhkan iklim yang sesuai dengan letak geografinya.
e)   Tenaga Alam; Tenaga alam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
2)   Faktor tenaga kerja
Kegiatan produksi sangat memerlukan tenaga kerja.Tenaga kerja yang dimaksud adalah tenaga kerja yang terampil dan cakap. Tenaga kerja dapat digolongkan menjadi:
a)   Tenaga kerja menurut sifatnya
►  Tenaga kerja rohani; Segala kegiatan pikiran yang memberikan sumbangan produktif pada produksi.
►  Tenaga kerja jasmani; Kegiatan jasmani yang memberikan sumbangan produktif pada produksi.
●    Tenaga kerja terdidik;Tenaga kerja yang memerlukan pendidikan terlebih dahulu agar memperoleh keahlian dalam bidangnya. Misalnya: guru, dosen, dan pengacara.
●    Tenaga kerja terlatih; Tenaga kerja yang memerlukan pelatihan terlebih dahulu agar memperoleh keterampilan. Contoh: sopir, penjahit, dan montir.
●    Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih; Tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau pelatihan terlebih dahulu. Tenaga kerja ini biasanya hanya mengandalkan kekuatan fisik.
b)   Tenaga kerja menurut kedudukannya; Meliputi tenaga kerja dengan usaha sendiri dan tenaga kerja yang bekerja pada orang lain.
c)   Tenaga kerja menurut hubungannya dengan proses produksi; Meliputi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
b.   Faktor produksi turunan, meliputi:
1)   Faktor modal
Faktor modal adalah alat-alat yang dapat digunakan untuk mempermudah atau mempercepat proses produksi berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Modal dibedakan berdasarkan:
a)   Modal menurut sumber modal terdiri modal sendiri dan modal pinjaman.
b)   Modal menurut sifatnya terdiri modal tetap dan modal lancar.
c)   Modal menurut fungsinya terdiri modal masyarakat dan modal perorangan.
d)   Modal menurut bentuknya terdiri modal tidak nyata (abstrak) dan modal nyata (konkret).
2)   Faktor produksi kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengatur faktor-faktor produksi seperti faktor alam, tenaga kerja, dan modal untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam hal ini pengusaha harus mempunyai kemampuan: menyusun perencanaan (planning),pengorganisasian (organizing), menggerakkan (actuating),pengendalian atau pengawasan (controlling).
3.   Bidang Produksi
a.   Produksi ekstraktif, yaitu kegiatan produksi dengan langsung mengeksploitasi/mengumpulkan kekayaan alam. Misal : pengumpul batu sungai, pengumpul kayu bakar.
b.   Produksi agraris, yaitu kegiatan produksi yang berhubungan dengan pengelolaan alam baik berupa pendayagunaan, pemeliharaan ataupun penambahan fungsi dan jenis (varietas baru) hasil alam tersebut. Misal : menyilangkan tanaman, budidaya lele.
c.   Produksi manufaktur, yaitu kegiatan dimana suatu barang diubah ke dalam bentuk lain atau menjadi barang baru, bahkan bisa jadi dengan kegunaan baru pula. Misal kayu menjadi meja, karet menjadi ban.
d.   Produksi jasa, yaitu kegiatan melayani atau memenuhi kebutuhan manusia dalam bidang jasa. Misal : usaha pariwisata, usaha hotel.
4.   Etika ekonomi dalam memanfaatkan faktor produksi
Etika ekonomi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber dayaekonomi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan kelestarianlingkungan. Cara pemanfaatan faktor produksi yang sesuai dengan etikaekonomi tersebut sebagai berikut: Tidak melakukan eksploitasi besar-besaran; Selalu menjaga kelestarian lingkungan; Memanfaatkan faktor produksi alternatif yang lain.
5.   Cara peningkatan mutu dan jumlah hasil produksi
Jumlah penduduk dan tingkat kemajuan kebudayaan manusia berakibat kebutuhan manusia akan barang semakin meningkat, sehingga barang-barang untuk menyediakan kebutuhan manusia perlu ditingkatkan. Sebab, pertumbuhan jumlah penduduk harus diimbangi dengan usaha penyediaan barang-barang keperluan hidup. Ada pun cara meningkatkan jumlah atau mutu produksi antara lain:
a.   Intensifikasi, yaitu usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi yang sudah ada tanpa menambah jumlah faktor produksi. Misalnya: petani yang ingin menambah hasil panennya dengan melakukan pengolahan tanah yang benar, menggunakan bibit tanaman yang unggul.
b.   Ekstensifikasi, yaitu usaha meningkatkan jumlah atau mutu produksi dengan cara menambah atau memperbanyak jumlah faktor produksi. Misalnya: memperluas pabrik, menambah tenaga kerja, dan membeli mesin-mesin canggih.
c.   Diversifikasi, yaitu peningkatan jumlah atau mutu produksi dengan cara menganekaragamkan jenis produksi untuk meningkatkan hasil produksi. Misalnya:petani yang menanam padi dengan diselingi tanaman palawija dan dalam lahan yang sama tersebut juga memelihara ikan.
C.  Kegiatan Distribusi
1.   Pengertian kegiatan distribusi
Barang yang dihasilkan atau diproduksi tidak berguna bila barang tersebut tidak dapat dinikmati oleh konsumen oleh sebab itu diperlukan adanya distribusi. Distribusi adalah kegiatan menyampaikan atau menyalurkan hasil produksi berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
2.   Tujuan kegiatan distribusi
a.   Menyalurkan barang dari produsen kapada konsumen.
b.   Agar hasil produksi lebih berguna bagi masyarakat.
c.   Kebutuhan masyarakat akan barang/jasa terpenuhi.
d.   Agar kontinuitas produksi terjamin.
3.   Sistem distribusi
a.   Distribusi langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasa yang dilakukan secara langsung tanpa perantara dari produsen ke konsumen. Misalnya: penjual bakmi keliling, penjual sate yang menjajakan dagangannya langsung ke konsumen.
b.   Distribusi semi langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasayang dilakukan oleh produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang masih bagian dari produsen atau melalui toko milik produsen sendiri. Misalnya: pabrik sepatu Nira menjual hasil produknya melalui toko sepatu Nira.
c.   Distribusi tidak langsung, yaitu kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen melalui perantara seperti agen, grosir, pedagang kecil. Misalnya: pabrik minyak pelumas motor yang menjual product melalui bengkel-bengkel motor.
4.   Lembaga distribusi
Lembaga distribusi adalah orang atau perusahaan yang menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Lembaga distribusi dibedakan menjadi:
a.   Pedagang, yaitu orang atau badan yang membeli barang dagangan dari produsen dan menjualnya kepada konsumen. Pedagang terdiri dari:
1)   Pedagang besar (grosir), yaitu pedagang yang membeli dan menjual barang-barang dalam jumlah besar yang kemudian menjualnya kembali kepada pedagang kecil atau pengecer.
2)   Pedagang kecil (retailer), yaitu pedagang yang membeli barang dari grosir yang kemudian menjual barang dalam jumlah kecil dan langsung kepada konsumen.
b.   Agen, yaitu lembaga atau seseorang yang melaksanakan perdagangan dengan menyediakan jasa-jasa atau fungsi khusus yang berhubungan dengan penjualan barang ataupun merupakan wakil dari produsen yang bertanggung jawab atas penjualan hasil produksinya. Hasil yang diperoleh agen atas penjualan barang milik produsen disebut komisi.
c.   Makelar, yaitu perantara dalam perdagangan yang membeli dan menjual barang bukan atas namanya sendiri, tetapi atas nama orang atau lembaga yang menyuruhnya. Makelar bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yangdilakukannya.Hasil yang diperoleh atas kegiatannyadisebut provisi atau kurtase.
d.   Komisioner, yaitu perantara dalam perdagangan yang mengatasnamakan dirinya sendiri walau barang tersebut milik orang lain. Komisioner bertanggung jawab atas tindakan dan kegiatan jual beli barang yang dilakukannya. Hasil yang diperoleh atas kegiatannya disebut komisi.
e.   Importir, yaitu orang atau badan usaha yang membeli dan mendatangkan barang dari luar negeri dengan tujuan untuk dijual kembali di pasar dalam negeri.
f.    Eksportir, yaitu orang atau badan usaha yang mengirim barang ke luar negeri.
5.   Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa
Etikaekonomi dalam distribusi barang dan jasa adalah tindakanberusaha memperoleh keuntungan yang wajar tanpa merugikan pihak lain (konsumen, produsen, dan distributor). Etika dalam distribusi diantaranya pemerataan dan keadilan.

POLA KEGIATAN EKONOMI PENDUDUK

1.      Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat Tradisional (Pedesaan)

Di daerah pedesaan, pengunaan lahan yang dominan adalah pertanian, sedangkan diperkotaan pengunaan lahan yang dominan adalah non pertanian seperti pemukiman, industri, pertokoan dll. Struktur ruang dipedesaan dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang yang berfungsi sosial dan ruang yang berfungsi ekonomi. Ruang yang berfungsi sosial berada pada wilayah pemukiman. Ruang yang berfungsi ekonomi berada pada wilayah pertanian.
   2.      Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat Perkotaan
Hal yang menonjol pada pola kehidupan masyarakat perkotaan adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mewarnai pola kegiatan ekonomi masyarakat. Ketergantungan masyarakat perkotaan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak berupa munculnya aneka ragam industri barang dan jasa yang berkembang pesat di kota.
Aneka ragam kegiatan industri dapat diklasifikasikan berdasarkan : bahan mentah, bahan dasar, hasil produksi, dan jumlah pekerja.
a.      Kegiatan industri berdasarkan bahan mentahnya :
1)      Industri agraris adalah industri yang mengandalkan bahan mentah dari hasil pertanian.
2)      Industri non agraris adalah industri yang mengandalkan bahan mentah dari hasil pertambangan atau dari bahan kimia lainnya.
b.      Kegiatan industri  berdasarkan bahan dasarnya :
1)      Industri dasar merupakan industri yang menghasilkan bahan dasar bagi perusahaan atau pabrik lainnya.
2)      Industri konveksi merupakan industri yang membuat pakaian jadi.
3)      Industri perakitan merupakan industri yang bergerak di bidang kegiatan perakitan berbagai komponen untuk dijadikan barang jadi.
c.       Kegiatan industri berdasarkan hasil produksinya :
1)      Industri berat adalah industri yang menghasilkan mesin – mesin, alat produksi, bahan baku, dan bahan penolong.
2)      Industri ringan  industri yang menghasilkan barang – barang jadi.
3)      Industri campuran adalah industri yang memproduksi lebih dari satu barang.
d.      Kegiatan industri berdasarkan jumlah pekerjanya :
1)      Industri rumah tangga adalah industri yang memiliki karyawan antara  1 – 4 orang.
2)      Industri kecil adalah industri yang mempekerjakan karyawan antara     5 – 19 orang
3)      Industri sedang adalah industri yang mempekerjakan karyawan antara 20 – 99 orang
4)      Industri besar industri yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang
   3.      Faktor yang Membedakan Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat mencakup :
1)      Tingkat pendidikan / keterampilan yang dikuasai
2)      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
3)      Pola pikir / pandangan masyarakat
4)      Terbukanya peluang / kesempatan untuk pengembangan diri
   4.      Faktor yang mempengaruhi pola pemukiman penduduk
a.      Kondisi bentuk muka bumi ( datar, bergelombang, atau pegunungan)
b.      Kesuburan tanah
c.       Ketersediaan dan kualitas air
d.      Kemudahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup
e.      Ketersediaan tumbuhan tertentu
f.        Ketersediaan bahan – bahan tambang
   5.      Macam – macam pola pemukiman penduduk
Perumahan adalah sekelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana & prasarana lingkungan.
Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik dalam lingkup ruang pemukiman maupun perkantoran yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan peri penghidupan.
1.      Pola pemukiman memanjang
Pola pemukiman memanjang adalah pemukiman penduduk yang berupa deretan rumah memanjang, umumnya mengikuti keadaan alam atau lingkungan fisik disekitarnya.
2.      Pola pemukiman terpusat
Pola pemukiman terpusat umumnya terjadi pada penduduk yang seketurunan, atau senasib karena bencana alam.
3.      Pola pemukiman linear
Pola pemukiman linear pada awalnya berasal dari pola pemukiman sejajar jalan raya kemudian berkembang secara alamiah atau tanpa perencanaan sebelumnya.
4.      Pola pemukiman mengelilingi fasilitas
Pola pemukiman mengelilingi fasilitas adalah pola pemukiman yang terbentuk karena adanya fasilitas kehidupan yang menyebabkan berkembangnya perumahan, seperti sumber air, danau, waduk, pasar, pertokoan, sekolah, kampus, gedung olahraga, gedung pemerintahan, dan fasilitas kehidupan lainnya.

A.     Bentuk Muka Bumi dan Penggunaan Lahan
   1.      Penggunaan Lahan untuk Pertanian
a.         Pertanian Sederhana
Pertanian sederhana yang sering disebut Pertanian primitif adalah pertanian yang dilakukan dengan menggunakan peralatan sedrhana, sperti parang, sabit, cangkul dan sejenisnya. Pertanian sederhana ini ada yang dilaksanakan secara berpindah – pindah dan ada yang secara menetap.
1)      Pertanian sederhana berpindah – pindah adalah pertanian yang dilakukan dengan cara membuka hutan milik desa dengan menebang pohon – pohon kemudian membakarnya. Pertanian berpindah – pindah seperti ini sering disebut Perladangan liar.
2)      Pertanian sedrhana menetap adalah pertanian yang dilakukan pada satu tempat atau lokasi yang sama (tetap).
b.      Pertanian Maju
Pertanian maju adalah pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik. Peralatan dan cara yang lebih baik dikenal dengan Panca usaha tani, yaitu sistem pengairan yang baik, pemilihan benih, penggunaan pupuk, pengolahan tanah, dan pemberantasan hama. Pertanian maju dapt dilakukan pada tanah yang belum dialiri air secara baik atau tanah tadah hujan, dan tanah yang sudah dialiri air dengan teratur atau pertanian dengan irigasi.
1)      Pertanian tadah hujan atau yang sering disebut Pertanian lahan kering adalah pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan, baik ditadah langsung atau dialiri air hasil air hujan. Pertanian tadah hujan misalnya tegalan dan kebun. Tegalan adalah satu cara bercocok tanam ditanah kering dengan mengharapkan air hujan. Kebun adalah salah satu cara bercocok tanam yang dilakukan disekitar tempat tinggal penduduk atau penggarap. Holtikultura adalah salah satu usaha pertanian dilahan kering untuk menanam tanaman yang dibutuhkan sehari – hari misalnya sayuran, buah – buahan dan tanaman obat lainnya.
2)      Pertanian dengan irigasi atau pertanian lahan basah adalah pertanian yang menggunakan air secara terus – menerus sesuai dengan kebutuhan.
   2.      Bentuk Muka Bumi
a.      Masyarakat yang tinggal di dataran rendah
Masyarakat yang tinggal didataran rendah, banyak memanfaatkan lahan untuk :
1)      Bercocok tanam dalam bentuk persawahan maupun perladangan
2)      Beternak, dengan memanfaatkan padang rumput yang banyak terdapat dilembah sungai maupun dipadang sabana.
3)      Perikanan darat dengan mengusahakan tambak, kolam, maupun daerah bendungan.
4)      Perkebunan
5)      Kawasan industri dan perdagangan
b.      Masyarakat yang tinggal didataran tinggi
Kawasan dataran tinggi yang memiliki ciri khas tanah yang miring dengan banyak daerah yang terjal mengakibatkan pola kegiatan ekonomi penduduk terbatas pada usaha di bidang perkebunan, pertambangan, peternakan, dan pariwisata. Daerah yang berbukit – bukit menyebabkan jalur transportasi yang cukup sulit dijangkau sehingga berdampak pada terhambatnya arus komunikasi. Kondisi demikian menyebabkan pola kegiatan ekonomi penduduk perkembangannya tidak sepesat di daerah dataran rendah.
   3.      Bentuk Penggunaan Lahan di Pedesaan & Perkotaan
a.      Bentuk penggunaan lahan di pedesaan
Ciri – ciri pedesaan :
1)      Lahan yang luas memberikan kesan berpenduduk jarang.
2)      Pola kegiatan ekonomi penduduk cenderung bergantung pada alam dan bersifat agraris.
3)      Hubungan sosial antar penduduk berlangsung akrab diwarnai semangat kegotongroyongan.
4)      Pola pandangan hidup penduduknya bersifat tradisional yang ditandai dengan masih terikat dengan tradisi budaya warisan leluhur.
5)      Terbatasnya sarana prasarana kehidupan masyarakat yang cenderung masih tradisional.
b.      Bentuk penggunaan lahan di perkotaan
Ciri – ciri perkotaan :
1)      Jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas lahan sehingga kepadatan penduduknya tinggi.
2)      Lingkungan banyak didirikan bangunan – bangunan yang rapat sehingga nyaris tidak ada lahan kosong.
3)      Pola pandangan masyarakatnya modern dan cenderung individualitis sehingga hubungan sosial antarpenduduk kurang akrab.
4)      Pola kegiatan ekonomi penduduk cenderung di sektor non agraris, terutama industri dan perdagangan.
5)      Sarana prasarana yang modern terutama mudahnya transportasi dan komunikasi

 

farida farkha Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal